Sejarah untuk Masa Kini

Entah kenapa nama Tjokroaminoto gak terlalu nempel di otak, meski dulu diajarkan dalam mata pelajaran sejarah. Cuma sebatas tahu ada sosok Tjokroaminoto yg menjadi salah satu tokoh pergerakan negeri ini. Namun, apa peran dan jejak yg ditinggalkan sudah lupa babar blass hehehe

Sampai kemudian harus membaca lembaran-lembaran fotocopy-an tentang siapa sebenarnya Tjokroaminoto itu. Dan baru sadar, bahwa Tjokroaminoto adalah tokoh yg begitu berharga bagi negeri ini.

Tjokroaminoto yg  selalu mendengungkan Islam yg humanis dalam gerakannya dengan mengedepankan prinsip sama rata sama rasa. Tak heran jika rakyat kecil tertarik bergabung, sehingga Sarekat Islam kala itu mampu menarik massa hingga 2 juta lebih anggota.

Tjokro sebagai Guru Bangsa telah melahirkan tokoh-tokoh peletak dasar negara ini. Mentor bagi Soekarno, Semaoen, Musso, Kartosuwiryo, Tan Malaka.

Tjokroaminoto menginspirasi tokoh-tokoh itu dengan ideologi yg beragam ada nasionalis, agamis, sosialis hingga komunis.

Rumah Tjokroaminoto adalah rumah ideologi & dialog, tempat berbagi pertanyaan, barbagi ide dan gagasan.  Sangat relevan banget  jika dikaitkan dengan kondisi masa kini untuk dipelajari.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ingatan yang Tak Terawat

image

Pemeran HOS Tjokroaminoto yg ganteng 🙂

Revolusi dan Evolusi itu hanya terpisah satu huruf, yakni R dan itu adalah Rakyat.

Itulah quote dari sebuah film berlatar belakang sejarah yg sebentar lagi akan tayang di bioskop. Isinya seputar pemikiran dan kisah perjuangan HOS Tjokroaminoto yg dijuluki Guru Bangsa.

Karena tuntutan pekerjaan, kemarin sempat disodori berlembar-lembar fotocopy-an seputar tokoh perjuangan ini. Membaca kisah Tjokro ini menyadarkan satu hal yg utama, bahwa sudah lama diri ini jauh dari bacaan-bacaan yg bermutu. Buku semakin menjauh, rutinitas membaca “buku tebal” semakin hilang. Ya salah sendiri karena terlena pada bacaan instant dan hiruk pikuk dunia maya. Dampak yg paling terasa adalah malasnya untuk menulis di luar urusan pekerjaan.

Terus kalau sudah demikian jadi inget ada blog ini yang sudah ditelantarkan begitu lama. Kadang niat itu muncul ketika melihat banyak teman yg masih bersliweran dengan hasil tulisannya. Tapi niat saja memang tak cukup, benar-benar butuh “sesuatu” untuk menggerakkan jari merangkai kata demi kata. Butuh semangat yg konsisten untuk menulis lagi.

Selalu ingat dengan ungkapan bahwa hanya dengan menulis kita bisa merawat ingatan. Dan begitulah, untuk urusan merawat itu memang jauh lebih sulit.  Maka, salut untuk teman2 smua yg masih konsisten hadir dengan tulisan demi tulisan…Sementara saya masih tertatih untuk kembali ke jalan yg benar ini hehehehe…

*tulisan tengah malam gara2 mata susah terpejam*

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 5 Comments

Senyum Hari Ini…

Pada dasarnya manusia itu susah bangkit dari “kubangan” masa lalu. Tapi itu mungkin hanya berlaku buat saya aja sih hehehehe

Ceritanya kemarin di suatu tempat menemukan barang jadul se jadul-jadulnya, yakni televisi hitam putih. Lalu sekonyong-konyong diseret ke masa kecil dulu, di mana televisi menjadi barang yg masih langka dan mampu menggerakkan “massa” untuk fokus pada benda yg memuat siaran dgn kualitas gambar hitam putihnya itu.

Tinggal di kampung, di mana listrik belum masuk, maka televisi hanya bisa dinyalakan dengan AKI. Itu artinya semakin sering TV nyala, maka semakin cepat AKI habis dan harus disetrum lagi.

Masa lalu memang asyik untuk dikenang, walau harus disadari jaman terus berubah. Jadi tak perlu berlama-lama utk senyum-senyum sendiri di hadapan TV jadul ini. Begitu juga dalam menghadapi perubahan, pilihannya hanya ikut larut atau berbuat sesuatu untuk menjadi bagian perubahan itu sendiri.

image

Posted in Uncategorized | 17 Comments

Berat..

Seberat-beratnya nyari rejeki adalah berat kostumnya, berat menghadapi cuaca panas, berat krn diusir pak polici, berat gak dpt uang dr pengguna jalan, berat berusaha menghibur dgn cara yg “berat”…

image

Posted in Uncategorized | 6 Comments

Sekolah “Moral”

Seorang kawan yang membagi tulisan milik peneliti LIPI, Asvi Warman Adam tentang Kurikulum 2013 berhasil membuat saya nyengir. Asvi dalam tulisannya menyoroti Kurikulum 2013 yang bertebaran tentang urusan moral dan agama. Hingga kemudian patut dipertanyakan apakah kurikulum  kali ini berbasis syariah?  Pasalnya kompetensi inti dari kelas I SD sampai kelas XII SMA  dimulai dengan nilai agama, dan semuanya dikaitkan dengan agama, yakni “menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.  Untuk lebih jelasnya tulisan Asvi bisa dibaca di sini. Image

Lucu juga mendengar komentar kawan tadi yang nyeletuk gimana cara ngukur nilai anak jika dibenturkan dengan amalan ajaran yang dianutnya. Betul juga sih…Mungkin jika kurikulum ini diterapkan, maka mereka yang rajin sholat akan mendapatkan nilai tinggi. Mereka yang hafal ayat – ayat Alkitab, maka dianggap  moralnya baik, sehingga bisa dinilai dalam ukuran angka. Dan sebaliknya, mereka yang tak pernah “kelihatan” beribadah dianggap tak layak untuk naik kelas.

Faktanya, para koruptor yang menghuni penjara itu kurang alim gimana, coba…Suka menyantuni fakir miskin, menjadi donatur pembangunan rumah ibadah, dan terlihat begitu rajinnya dalam beribadah. Tapi kenapa masih melakukan korupsi? Padahal korupsi merupakan perbuatan yang sangat tercela, dan ajaran agama manapun menyatakan korupsi itu dosa.

Okelah, mengajar budi pekerti itu memang bisa menjadi bekal anak-anak, tapi apakah kemudian pengajaran tersebut cukup hanya dinilai lewat deretan angka-angka saja? Bukankah manusia itu adalah makhluk yang pintar memanipulasi? Demi mendapatkan nilai baik, maka dengan gampang akan berperilaku “baik”.

Kenapa kita gak fokus untuk memberikan hak yang sama terhadap jutaan anak-anak di negeri ini mendapatkan pendidikan yang layak. Pak Menteri, tentu saja paham, jika masih banyak anak di pedalaman yang harus berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk sekolah. Pak Menteri pasti pernah mendapatkan laporan guru-guru di Papua sana kerap tak berada di kelas. Belum lagi laporan gedung sekolah yang pada ambruk, karena tak terawat.

Ohh masih ditambah juga masalah Ujian Nasional yang kemarin sempat heboh dan membuat malu bangsa ini. Kejujuran menjadi barang yang sangat mahal, ketika anak-anak sekolah justru dibiarkan mencontek.

Tapi mau gimana lagi, palu sudah diketok, kurikulum 2013 tetap dijalankan.  Dan yah..mari kita lihat manusia-manusia yang “bermoral” akan mencekoki anak-anak  dengan urusan moral.

Jadi inget penggalan lirik lagunya Iwan Fals:

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

 

*celingukan nunggu hujan reda* 🙂

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 27 Comments

MP: Mau Pamit

Terimakasih khususnya untuk 276 temans yang selama ini telah memberi warna dalam kehidupan maya maupun nyata lewat Multiply ini.

Terimakasih juga untuk teman-teman yang bukan kontak, tapi selama ini kita telah bersahut-sahutan dan saling mengenal di dunia maya dan nyata.

Ini adalah bagian terindah dalam kehidupan saya, bisa mengenal teman-teman semua.  Tak bisa dijabarkan bagaimana beruntungnya saya. Sedih..yupp pasti sedih, akhirnya harus merelakan isi rumah ini dibumihanguskan oleh para penguasa Mulpid.  

Dulu saya membayangkan isi rumah ini akan dibaca oleh anak cucu kelak. Saya berimaji akan terus berkutat menulis di lapak ini, mengabadikan setiap momen, kisah, celetukan, keluhan, curhat hingga makian. Oh alangkah lucu dan manisnya jika nanti sudah tua, lalu kita masih ber-OOT ria. Sebuah khayalan yang selalu membuat senyum.

Tapi senyum manis ini telah berubah jadi senyum kecut ketika menyadari bahwa Multiply telah kiamat.  Akun Rengganiez.Multiply.Com hanya menjadi kenangan. Sesak dada ini ketika menyusuri tulisan demi tulisan, kicauan teman-teman yang semarak dan membuat kangen.

Teringat di pojokan kantor pada 23 Juli 2008 ketika pertama kali memutuskan membuka akun Multiply. Bujukan seorang kawan menggoyahkan saya untuk mengakrabi Multiply, meskipun kawan tadi sudah lebih dulu meninggalkan rumahnya. Saya masih “terjebak” disini, karena menemukan suatu jalinan pertemanan yang unik dan indah.  Tak selamanya erat, karena ada yang pergi, tiba-tiba menghilang. Namun pepatah selalu menyatakan setiap ada kepergian ada pula kedatangan. Setiap teman yang menghilang, teman-teman baru siap menyambut.

Untuk itu sebelum akhirnya lapak ini bubar, ijinkan saya untuk selalu mengenang teman-teman semua. Mohon maaf jika selama ini saya telah menyinggung maupun menyakiti, berseberangan dalam beberapa pendapat, komen maupun menyikapi suatu persoalan.

Semoga kita masih tetap bisa menjalin silaturahmi dimanapun berada, karena kita tetap disatukan oleh satu hal yakni, ALUMNI MULTIPLY.

Salam Damai

Rengganiez/Suryawijayanti

Image

Posted in Uncategorized | Tagged | 7 Comments

KLARIPIKASI

Kepada yang tercinta, teman-teman MP semuah…bersamaan dengan meluncurnya album foto ini maka perkenankanlah saya untuk memberikan klarifikasi atas sebuah kabar yang sempat membuat saya panas dingin. Mengingat banyaknya tanya yang dialamatkan ke saya, baik itu lewat sms, wa, telepon, pm, inbox hingga comment yang bersliweran. Mulai dari yang tiba-tiba muncul dengan berondongan pertanyaan hingga ada yang bikin prolog lama sebelum muncul dengan pertanyaan yang hampir mirip hihihihihi

Klarifikasi ini menjadi penting mengingat daripada memunculkan praduga dan prasangka yang faktanya memang tidak demikian adanya. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas doanya dari teman-teman semua. Ini menjadi hal yang begitu menyenangkan dan membuat saya tersenyum bahagia memiliki teman-teman yang begitu perhatian.

Semuanya berawal dari foto ini :



Tak hanya upload foto, tapi masih ada embel-embel kalimat :

selamat di hari bahagia untuk bu… hmm kog mirip angelina sondakh ya???



Kalimat yang tentu saja memunculkan tafsir kemana-mana, ibarat burung yang berkicau kesana kemari dengan merdunya. Dan saya hanya bisa mesem-mesem sendiri, sambil sesekali lap keringat sibuk klarifikasi kemana-mana. Yang ternyata klarifikasi tersebut gak ampuh, karena kemudian mb Amel langsung pasang QN disini. Dan klarifikasi di lapak itupun tidak mempan sama sekali, bahkan biar kata udah pada tahu malah ramai-ramai ngebully huuuuuuhhh

Tak cukup sampai disitu, foto lanjutan pun dipasang, dan semakin meneguhkan tanda tanya.


Dannn sayapun kembali panas dingin gak karuannn…ampunnnnnnnnnnnn deh langsung pingin guyur si pengupload foto dengan es krim seember.

Maka dari dua foto itulah, saya memutuskan untuk membuat klarifikasi penting sebelum MP bubaran. Tak hanya itu saya sertakan foto-foto sebagai barang bukti yang valid. Sekalian mengenalkan keluarga besar saya..

Bahwa benar pada tanggal 4 September telah terjadi pernikahan, tapi yang nikah adik cuyyyyyyyyyy, bukan akuhhhhhhh…..




Mohon doanya ya teman-teman, semoga adik dan pasangan dibahagiakan selamanya…

Berhubung kalau dalam adat Jawa menikah tidak boleh setahun dua kali, padahal tahun ini MP udah bubar, maka ya sekalian mohon doanya biar saya cepet nyusul hihihihi. Yang kemarin udah pada berniat kasih kado, boleh lohhh dikirim duluan 🙂

Demikian klarifikasi ini dibuat, semoga menjadi terang adanya.

Jakarta, 12 September 2012


foto2 diambil ama ibuknya Tije dan potograper sewaan














Posted in photos, post | Tagged , | 336 Comments